Clustering adalah salah satu teknik penting dalam data mining yang digunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan kemiripan karakteristik tertentu. Dalam dunia teknologi dan analisis data, metode ini sering dimanfaatkan untuk menemukan pola tersembunyi yang tidak terlihat secara langsung.
Jika kamu sedang mencari penjelasan tentang apa itu clustering, jenis-jenis clustering, serta contoh penerapannya, maka artikel ini akan membantu kamu memahami konsepnya secara lengkap dan mudah dipahami.
Apa Itu Clustering?
Clustering merupakan metode penganalisa data, yang sering dimasukkan sebagai salah satu metode Data Mining yang bertujuan untuk mengelompokkan data dengan karakteristik yang sama ke suatu kelompok (cluster) yang sama dan data dengan karakteristik yang berbeda ke kelompok (cluster) yang lain.
Teknik ini merukan salah satu algoritma di dalam data mining yang paling sering digunakan oleh perusahaan untuk melakukan segmentasi kepada customer mereka sehingga dapat meningkatkan penjualan di perusahaan mereka.
Baca Juga: Belajar Data Mining: Pengertian, Metode Dan Cara Kerja
Syarat Pada Clustering
Berikut merupakan syarat-syaratnya.
1. Skalabilitas

Suatu metode harus mampu menangani data dalam jumlah yang besar. Data dalam jumlah besar sudah sangat umum digunakan dalam berbagai misalnya saja suatu database. Tidak hanya berisi objek suatu database dengan ukuran besar bahkan berisi lebih dari jutaan objek.
2. Kemampuan Analisa Beragam Bentuk Data
Algoritma clustering harus dapat diimplementasikan dalam berbagai format data, seperti data nominal, data ordinal atau data gabungan.
3. Menemukan Cluster Dengan Bentuk Tidak Terduga
Clustering menggunakan metode Euclidean atau Manhattan yang hasil berbentuk bulat. Padahal hasil clustering dapat berbentuk aneh dan tidak sama antara satu dengan yang lain. Karenanya dibutuhkan kemampuan untuk menganalisa cluster dengan bentuk apapun pada suatu algoritma clustering.
4. Kemampuan Untuk Dapat Menangani Noise
Data tidak selalu dalam kondisi baik, data dapat rusak, tidak bisa dipahami atau hilang. Karena sistem diperlukan algoritma clustering untuk menangani data yang rusak.
5. Sensitifitas Terhadap Perubahan Input
Memodifikasi atau menambahkan data pada input dapat mengubah cluster yang ada dan menggunakan algoritma clustering dengan tingkat sensitivitas yang rendah dapat menghasilkan perubahan yang signifikat.
6. Mampun Melakukan Clustering Untuk Data Dimensi Tinggi
Data dapat berisi banyak dimensi atau atribut yang membutuhkan algortima clustering yang dapat menangani data dengan dimensi yang jumlahnya tidak sedikit.
7. Iterpresasi dan Kegunaan
Hasil dari Clustering harus dapat diinterpretasikan dan berguna.
Baca Juga: K Nearest Neighbor (KNN): Pengertian, Cara Kerja dan Penerapannya
Konsep Dasar Clustering
Hasil yang baik akan menghasilkan tingkat kesamaan yang tinggi dalam satu kelas (cluster) dan tingkat kesamaan yang rendah antara kelas (cluster). Kesamaan yang dimaksud merupakan pengukuran secara numeric terhadap dua buah objek. Nilai kesamaan objek akan semakin tinggi jika kedua objek yang dibandingkan memiliki kemiripan yang tinggi.
Dalam proses clustering, terdapat beberapa jenis tipe data yang sering digunakan untuk menganalisis kesamaan antar objek. Tipe data tersebut meliputi variabel berskala interval, variabel biner, variabel nominal, serta variabel ordinal dan rasio. Setiap tipe data ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam proses pengukuran jarak atau kemiripan, sehingga pemilihan metode clustering yang tepat menjadi sangat penting agar hasil pengelompokan data lebih akurat dan relevan.
Metode clustering juga harus dapat mengukur kemampuannya sendiri dalam usaha untuk menemukan suatu pola tersembunyi pada data yang sedang diteliti.
Baca Juga: Data Ordinal Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri dan Implementasi
Jenis-Jenis Clustering
1. Centroid-based
Centroid-based merupakan metode yang mengelompokan data ke dalam non-hierarchical cluster, jenis cluster ini cenderung lebih efisien namun sensitif terhadap outlier. Jenis ini juga merupakan salah satu algoritma iteratif dalam clustering.
Contoh metode centroid-based: K-Means Clustering.
2. Density-based

Density-based menghubungkan area dengan kepadatan yang sama ke dalam satu kelompok, tipe ini memiliki kesulitan dengan data beragam kepadatan dengan dimensi yang tinggi.
Dalam jenis ini, cluster akan dibuat berdasarkan kepadatan dari masing-masing data poin. Nantinya wilayah yang menjadi padat karena banyaknya data point yang berada di wilayah akan dianggap sebagai satu kelempok (cluster). Sebaliknya wilayah yang memiliki data poin sangat sedikit akan dianggap sebagai noise atau outlier.
3. Distribution-based
Distribution-based mengasumsikan data terdiri dari distribusi, mirip seperti Gaussion Distributions. Semakin jauh jarak dari pusat distribusi, semakin kecil kemungkinan titik akan berada di group distribusi.
Jenis ini cocok pada data sintesis dan cluster dengan ukuran yang beragam. Expectation-maximization merupakan salah satu algorima yang mengimplementasikan distribution-based clustering.
4. Hierarchical (Connectivity based Cluster)
Jenis ini hampir mirip dengan centeroid-based yang pada dasarnya mendefinisikan sebuah cluster berdasarkan jarak terpendek antara titik data.
Langkah melakukan hierarchical .
- Identifikasi item dengan jarak terdekat.
- Gabungkan item itu kedalam satu kelompok (cluster).
- Hitung jarak antar kelompok (cluster).
- Ulangi dari awal sampai semua terhubung.
Contoh metode hierarchy : Single Linkage, Complete Linkage, Average Linkage, Average Group Linkage.
Baca Juga: K Means Clustering: Pengertian, Cara Kerja dan Contoh Penerapannya
Contoh Penerapan Clustering
Berikut merupakan beberapa contoh penerapannya.
- Bidang Teknik
Digunakan dalam bidang biometric recognition danspeech recognition, analisa sinyal radar, information compression dan noise removal. - Bidang Ilmu Komputer
Web mining, analisa database spesial, information retrieval, textual document collection dan image segmentation. - Bidang Media
Digunakan dalam mendefenisikan kategori dalam bidang biologi, indentifikasi fungsi protein dan gen, diagnosa penyakit dan penanganannya. - Bidang Astronomy
Digunakan untuk mengelompokkan bintang dan planet, menginvestigasi formasi tanah, mengelompokkan wilayah atau kota, digunakan dalam studi tentang sistem pada sungai dan gunung. - Bidang Sosial
Digunakan pada analisa pola prilaku, identifikasi hubungan antara budaya yang berbeda, pembentukan sejarah evolusi bahasa dan studi psikologi. - Bidang Ekonomi
Penerapan pada pengenalan pola pembelian dan karakteristik konsumen, pengelompokan perusahaan dan analisa trend stok.
Baca Juga: Belajar Kecerdasan Buatan (AI): 15 Contoh Kecerdasan Buatan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Kesimpulan
Pada pembahasan kita di atas dapat kita simpulkan bahwa Clustering merupakan salah satu teknik penting dalam data mining yang digunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan tingkat kemiripan karakteristik tertentu. Dengan memanfaatkan berbagai algoritma seperti centroid-based, density-based, hingga hierarchical clustering, metode ini mampu membantu menemukan pola tersembunyi dalam data yang tidak mudah dikenali secara manual.
Pemahaman tentang pengertian clustering, konsep dasar, jenis-jenis, serta contoh penerapannya sangat penting terutama bagi kamu yang ingin mendalami bidang analisis data dan kecerdasan buatan. Dengan penerapan yang tepat, clustering dapat digunakan dalam berbagai sektor seperti bisnis, teknologi, kesehatan, hingga ekonomi untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis data.
Artikel ini merupakan bagian dari seri Kecerdasan Buatan KantinIT.com. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke media sosial atau ke teman kamu.