Routing adalah salah satu konsep fundamental dalam jaringan komputer yang berperan penting dalam proses pengiriman data antar jaringan. Tanpa routing, data tidak akan bisa menemukan jalur terbaik untuk mencapai tujuan secara efisien. Inilah alasan mengapa routing menjadi topik wajib yang harus dipahami, terutama bagi kamu yang sedang belajar jaringan komputer, administrasi sistem, atau dunia IT secara umum.
Di era digital saat ini, hampir semua aktivitas internet mulai dari browsing, streaming, hingga komunikasi online bergantung pada proses routing yang bekerja di balik layar. Oleh karena itu, memahami apa itu routing, fungsi, jenis, hingga cara kerjanya bukan hanya sekadar teori, tetapi juga bekal penting untuk memahami bagaimana internet bekerja secara nyata.
Apa Itu Routing?
Routing adalah proses penentuan jalur terbaik dalam pengiriman paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui perangkat yang disebut router. Menurut konsep jaringan komputer dalam referensi seperti buku Computer Networking: A Top-Down Approach, routing berfungsi untuk memastikan data dapat mencapai tujuan dengan efisien berdasarkan kondisi jaringan yang tersedia.
Secara sederhana, routing tidak hanya sekadar mengirim data, tetapi juga melibatkan proses analisis jalur, pemilihan rute tercepat, serta adaptasi terhadap perubahan jaringan. Inilah yang membuat routing menjadi komponen penting dalam menjaga performa dan stabilitas jaringan, baik dalam skala kecil maupun besar seperti internet.
Baca Juga: Jaringan Komputer: Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Implementasi
Fungsi Routing Pada Jaringan
Berikut ini beberapa fungsi yang dimiliki.
- Menentukan jalur pengiriman data, digunakan untuk menentukan jalur pengiriman data dari sumber ke tujuan. Router menentukan jalur yang palilng efisien untuk mengirimkan data, yang dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi jaringan.
- Mencegah kemacetan jaringan, dapat menghindari kemacetan jaringan dengan menentukan jalur alternatif utama sedang sibuk. Hal ini memastikan bahwa data dapat terus dikirim dengan efisien tanpa mengalami keterlambatan.
- Mengatur akses ke jaringan, digunakan untuk mengatur akses ke jaringan dan mengontrol lalu lintas jaringan.
- Mengontrol lalu lintas jaringan, digunakan untuk mengontrol lalu lintas jaringan dengan menentukan batas bandwidth untuk setiap perangkat yang terhubung ke jaringan.
- Mengatur jaringan Wireless (Wi-Fi), digunakan untuk mengatur jaringan Wireless dengan menggunaakn protokol Routing Wireless (WIFI Routing Protocol). WIFI Routing Protocol digunakan untuk mengatur akses ke jaringan Wireless dan meningkatkan kualitas layanan jaringan Wireless.
- Mengatur Virtual Private Network (VPN), digunakan untuk mengatur akses ke jaringan dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN). VPN adalah jaringan yang terhubung dengan jaringan publik seperti internet tetapi memiliki keamanan yang lebih tinggi dibandingkan jaringan publik.
Baca Juga: VPN Adalah: Pengertian, Fungsi, Keamanan, Jenis dan Cara Kerja
Jenis-Jenis Routing
Adapun jenis-jenis yang dimiliki sebagai berikut.
1. Default Routing
Pada umumnya default route dibangun secara manual oleh network administrator. Defult routing itu sendiri hanya digunakan ketika pada table routing tidak terdapat informasi atas jalur yang dapat digunakkan untuk mengirim informasi ke tujuan (secara eksplisit).
Kelebihan
- Konfigurasi yang simple, administrator hanya perlu memasukkan satu jenis perintah saja dan semua route akan dilewati.
Kekurangan
- Terdapat routing yang tidak dibutuhkan, memungkinkan semua router dapat menerima routing tersebut (yang tidak dibutuhkan) dan penggunaan hardware meningkat serta kerja route menjadi lama.
2. Routing Static
Routing static adalah proses pengiriman data yang dilakukan dengan menggunakan jalur yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak akan merubah informasi yang ada pada table routing secara otomatis, sehingga administrator harus melakukan perubahan secara manual apabilaa terjadi perubahan terhadap topologi jarigan.
Kelebihan
- Tidak ada waktu pemrosesan (overhead) pada CPU router.
- Tidak menggunakan bandwidth di antara router.
- Jaminan keamanan, dikarenakan administrator jaringan akan memilih pengaturan akses routing pada jaringan.
Kekurangan
- Administrator harus mengerti internetwork pada sebuah sistem dan router, supaya bisa terhubung dan berfungsi dengan benar.
- Administrator harus menambahkan routing table pada semua router yang terhubung secara manual.
- Tidak sesuai untuk skala jaringan yang besar.
3. Routing Dynamic
Routing dynamic proses pengiriman data yang dilakukan dengan menggunakan jalur yang ditentukan secara otomatis sesuai dengan kondisi jaringan saat ini. Lebih efisien daripada Static karena dapat meyesuaikan jalur pengiriman data sesuai dengan kondisi jaringan saat ini. Routing dinamis juga dapat menghindari kemacetan jaringan dengan menentukan jalur alternatif jika jalur utama sedang sibuk.
Kelebihan
- Hanya mengenal alamat host tertentu (yang terhubung dengan router).
- Tidak perlunya konfigurasi ulang pada router ketika ada penambahan jaringan.
- Lebih mudah digunakan dibandingkan default dan static.
Baca Juga: Border Gateway Protocol (BGP): Cara Kerja dan Penerapannya
Routed Protocol dan Routing Protocol
Ada dua tipe protocol, yaitu routed protocol dan routing protocol.
1. Routed Protocol
Protocol jenis ini bisa diarahkan oleh sumber router dan memungkinkan untuk menginterpretasikan logical network secara tepat. Contoh dari routed protocol yaitu IPX, IP, Apple Talk dan DEC net.
2. Routing Protocol
Protocol ini biasanya digunakan untuk perawatan tabel routing pada router, diantaranya
- Routing Information Protocol (RIP) adalah protokol yang digunakan dalam jaringan kecil. RIP menggunakan algoritma Bellman-Ford untuk menghitung jalur terpendek dan mengirimkan informasi ke semua router dalam jaringan.
- Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol yang digunakan untuk menghubungkan jaringan yang berbeda bersama. BGP digunakan untuk mengatur aliran data antara jaringan autonomous system (AS) yang berbeda.
- Open Shortes Path First (OSPF) adalah protokol yang digunakan dalam jaringan besar. OSPF menggunakan algoritma Dijkstra untuk menghitung jalur terpendek dan mengirimkan informasi ke semua router dalam jaringan.
- Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) adalah protokol yang digunakan dalam jaringan Cisco yang disebut Advaced Distance Vector untuk menghitung jalur terpendek dan mengirimkan informasi ke semua router dalam jaringan.
- Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah protokol yang digunakan dalam jaringan Cisco sebelum EIGRP. IGRP menggunakan algoritma Cisco yang disebut Interior Distance Vector untuk menghitung jarak terpendek dan mengirimkan informasi ke semua router dalam jaringan.
Baca Juga: OSPF Routing: Pengertian, Konfigurasi dan Cara Kerja
Algoritma Routing

Algoritma routing merupakan metode yang digunakan oleh router atau perangkat jaringan lainnya untuk menentukan jalur yang digunakan untuk mengirimkan data dari sumber ke tujuan.
Algoritma routing terbagi menjadi dua yaitu.
1. Algoritma Routing Adaptif
Algoritma adaptif adalah algoritma secara terus menerus mengadaptasi jalur yang digunakan sesuai dengan kondisi jaringan yang berubah. Keuntungan dari algoritma adaptif adalah dapat mengatasi masalah pada jaringan dengan cepat dan efisien.
Contoh: algoritma adaptif yaitu Distance Vector dan Link Stage .
2. Algoritma Routing Non-Adaptif
Algoritma no-adaptif adalah algoritma yang menentukan jalur sekali saja dan tidak mengadaptasi jalur yang digunakan sesuai dengan kondisi jaringan yang berubah. Algoritma non-adaptif digunakan untuk jaringan yang stabil dan tidak sering berubah.
Keuntungan dari algoritma ini ialah cukup stabil dan tidak menghabiskan banyak sumber daya jaringan untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi.
Contoh: algoritma ini yaitu Flooding dan Static Routing.
Cara Kerja Routing
Cara kerja pada umumnya sebagai berikut. Router mengumpulkan informasi tentang topologi jaringan dan kondisi jalur, kemudian menggunakan algoritma routing yang dipilih untuk menentukan jalur terpendek atau paling efesien dari sumber ke tujuan.
Setelah jalur terpilih, router akan mengirimkan data dari sumber ke tujuan melalui jalurt tersebut. Jika ada perubahan kondisi jaringan, proses ini akan diulan gdan jalur akan diadaptasi sesuai dengan perubahan tersebut.
Baca Juga: Router Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Jenis-Jenisnya
Kesimpulan
Pada pembelajaran kita di atas maka dapat kita simpulkan Routing merupakan komponen penting dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk menentukan jalur terbaik dalam proses pengiriman data antar jaringan. Dengan adanya routing, setiap paket data dapat dikirimkan secara efisien, cepat, dan tepat sasaran meskipun harus melewati berbagai jalur yang kompleks. Pemahaman tentang routing menjadi sangat penting, terutama dalam era digital yang mengandalkan konektivitas jaringan secara masif.
Dengan mengenal jenis-jenis routing seperti static, dynamic, dan default, serta memahami cara kerja dan algoritmanya, kamu dapat lebih mudah mengelola dan mengoptimalkan jaringan. Tidak hanya untuk kebutuhan belajar, konsep routing juga sangat relevan dalam implementasi dunia kerja seperti network administrator, engineer, hingga cloud infrastructure.
Artikel ini merupakan bagian dari seri Jaringan KantinIT.com. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke media sosial atau ke teman kamu.